Menuliskan hal ini lagi kepadamu tidaklah berat bagiku dan memberi kepastian kepadamu. Hati-hatilah terhadap anjing-anjing, hati-hatilah terhadap pekerja-pekerja yang jahat, hati-hatilah terhadap penyunat-penyunat yang palsu,
(Filipi 3:1b-2))
Surat Filipi di tulis oleh Paulus ketika dia masih dalam penjara. Tuhan mengijinkan Paulus berada dalam penjara agar dia dapat menuliskan surat kepada beberapa jemaat termasuk di filipi dan memberikan nasihat-nasihat yang sehat. Karena kepekaan terhadap pelayanan, maka Paulus sangat mengerti kelemahan-kelemahan jemaat. Yang luar biasa, Paulus memberikan nasihat dengan suatu kepastian, tanpa ragu tentang kebobrokan jemaat di filipi dan menuliskan dengan tidak merasa berat (Fil 3:1b). Dan nasihat yang di berikan paulus terhadap jemaat di filipi adalah untuk waspada terhadap 3 hal dalam gereja di filipi.
- Hati-hatilah terhadap anjing-anjing
Kebiasaan seekor anjing adalah menjilat tuannya agar disenangi oleh tuannya dan diberikan elusan-elusan hangat. Bahkan dapat menggerakan hati tuannya untuk memberikan tulang. Ternyata sifat seperti anjing ini ada dalam jemaat di filipi yakni suka menjilat. Menjilat orang kaya agar disenangi dan kecipratan kekayaan, menjilat pemimpin agar di berikan jabatan, menjilat orang yang di hormati agar dapat menerima bagian kehormatan. Istilah orang bule, manusia “yes mam”. Seperti ular kepala dua, kepada siapapun dia akan tampak setia selama dapat keuntungan, kesetiaan akan lenyap jika tidak menghasilkan. Orang seperti ini disebut mengkhamirkan adonan, atau nila setitik merusak susu sebelanga, suka omongin orang lain, roh pemecah belah.
- Hati-hatilah terhadap pekerja-pekerja yang jahat
Tipe yang satu ini sedikit berbeda. Pekerja yang jahat biasanya memiliki skill yang baik dan kemampuan dalam pelayanan sehingga dia disebut pekerja. Namun disebut pekerja yang jahat karena memiliki agenda dan visi sendiri. Terkadang seolah tampak satu visi dengan gembala namun saat di tengah jalan visi nya melenceng dari visi gembala dan masuk dalam visi pribadinya. Tujuannya adalah mencari kepentingan pribadi dan gereja merupakan batu loncatan untuk misinya. Orang seperti menghalalkan segala cara asalkan tujuannya tercapai. Agenda pribadinya biasanya adalah menjadi terhormat, sukses, terkenal dan tidak segan menyikut demi tujuannya
- Hati-hatilah terhadap penyunat-penyunat yang palsu
Sunat dalam perjanjian lama sebagai tanda telah di kuduskan dan pertobatan, namun di gereja jaman akhir banyak terlihat orang-orang yang tampaknya kudus namun sebenarnya munafik. Terlihat rohani di gereja namun diluar sesat. Orang2 seperti ini memiliki tujuan mencari kehormatan agar di segani. Biasanya orang ini memiliki pengikut dan menjaring orang lain untuk menjadi pengikutnya. Dalam kapasitas lebih besar dapat membawa jemaat pindah gereja. Orang seperti ini di pakai oleh iblis untuk menjadi nabi2 palsu.
Satu persamaan dari ketiga kategori diatas yakni memiliki roh “mementingkan diri sendiri”, jadi janganlah kita mementingkan diri sendiri dan jangan menjadi pengikutnya. Mintalah hikmat kepada Tuhan agar kita melakukan sesuai kehendakNya. Milikilah Kasih dalam hidup.