Kehendak Tuhan (1 Sam 1:1-9)

Ayat 6 & 7  “Waktu mereka berkata: “Berikanlah kepada kami seorang raja untuk memerintah kami,” perkataan itu mengesalkan Samuel, maka berdoalah Samuel kepada TUHAN.  TUHAN berfirman kepada Samuel: “Dengarkanlah perkataan bangsa itu dalam segala hal yang dikatakan mereka kepadamu, sebab bukan engkau yang mereka tolak, tetapi Akulah yang mereka tolak, supaya jangan Aku menjadi raja atas mereka”.

Terkadang bahkan sering terjadi perbedaan kehendak antara kehendak Tuhan dan kehendak pribadi sekalipun menurut kita sepertinya baik namun belum tentu itu menjadi kehendak Tuhan. Seperti halnya kisah di  1 Samuel 1 : 1 – 9 disana di ceritakan adanya perbedaan kehendak manusia dan kehendak Allah. Yesus berkata dalam Luk 22:42 “Ya Bapa-Ku, jikalau Engkau mau, ambillah cawan ini dari pada-Ku; tetapi bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi.”

 

Kehendak Manusia belum tentu menjadi kehendak Allah

Kalau kita membaca 1 Samuel 8, disana menjelaskan bahwa Samuel mempersiapkan anaknya untuk menjadi Imam/Hakim bagi bangsa Israel. Tetapi bangsa Israel hendak menolak suatu system kehakiman menjadi system kerajaan. ada 3 perbedaan kehendak manusia dengan kehenak Tuhan

 

    • Karena anak-anak Samuel dianggap tidak layak menjadi Hakim (1 Sam 8:5)

      Bangsa Israel menolak anak2 Samuel karena dianggap tidak layak dan tidak kudus. menolak pemimpin karena ada agenda/maksud2  pribadi. bangsa Israel mau mengatur kebijakan Tuhan. Berapa banyak di antara kita sering menolak kebijakan Tuhan karena karena tidak sesuai dengan criteria kita. Kita merasa lebih benar dari pada Tuhan.

      Misalkan : kita sering menolak atas kepemimpinanan/Gembala yang telah di tunjuk Tuhan dan kita menganggap tidak layak menjadi Gembala, sering jemaat beralasan kalau Gembala makan uang gereja, tidak memiliki kerendahan hati, munafik, dll.  namun apapun yang dilakukan Gembala atau pimpinan kita itu adalah urusan Tuhan dengan sang gembala dengan Tuhan  dan bukan urusan kita menghakimi nya. Karena penghakiman adalah hak Tuhan. Apakah dengan penghakiman dan menghasutan gembala adalah kehendak Tuhan? Apakah dengan perbuatan kita dapat mengubah keadaan lebih baik? Seolah2 Tuhan tidak sanggup melakukan karya nya dan harus melalui pertolongan kita. Seolah2 tanpa kita Tuhan tidak dapat melakukan karyannya terhadap gereja Tuhan. Sifat manusia lebih banyak melihat perbuatan negative orang lain dari pada sisi positive nya.

    • Menolak kehendak Tuhan karena ada kehendak sendiri  (1 Sam 8:7)

      Memaksakan kehendak pribadi dari pada kehendak Allah meskipun kelihatannya baik dan kudus. Adam & Hawa jatuh kedalam dosa karena memaksakan kehendak sendiri dan merasa bahwa keputusannya adalah tepat dan benar dengan memakan buah pengetahuan baik dan jahat. Yunus menolak kehendak Tuhan untuk melayani Ninewe karena menganggap kejahatan ninewe terlalu besar dan tidak layak untuk di selamatkan. Banyak orang menganggap keputusannya adalah baik dan benar namun sebenarnya bertentangan dengan kehendak Allah.

      Misalkan saja seorang anak muda sedang berpacaran dan merasa cocok dengan pasangannya, namun sebenarnya itu bukan jodoh pilihan dari Tuhan. Karena tidak sesuai dengan kehendak kita paka kita memaksakan kehendak kita dr pada kehendak Tuhan.

    • Terpengaruh Trendy karena jaman itu jaman kerajaan (1 Sam 8:20)

      Jaman itu adalah jaman kerajaan dan sudah menjadi trendy. Cara Tuhan itu sudah kuno dan klasik dan sudah tidak sesuai dengan uptodate. Samson jatuh dalam dosa karena mengikuti gaya hidup orang filistin yang suka berpesta pora. Bangsa Israel jatuh dalam dosa penyembahan berhala karena menganggap berhala merupakan trendy bangsa2 sehingga bangsa itu masuk dalam pembuangan. Yesus marah dan geram karena ada jual beli di bait Allah yang sudah menjadi kebiasaan.

      Hati2 dengan modernisasi dan trendy perkembangan jaman. Clubbing, mode, narkoba, dll. Hati2 dengan kehendak kita terhadap perkembangan jaman. Jaman dulu wanita menggunakan pakaian sopan dan setelah perkembangan jaman justru mode sekarang jika semakin minim makan dianggap semakin modern. Di luarnegri wanita jalan2 dijalan raya menggunakan bikini adalah soal biasa. Jemaat dating ke gereja mengenakan baju “you can see” adalah mode, mengenakan rock span pendek adalah modern. Iblis merusak anak2 Tuhan dari perkembangan jaman dan trendy.

Hanya masalahnya, masih banyak manusia tidak mengerti kehendak Allah sehingga apa yang menurutnya baik itu berarti kehendak Allah. Sebagai contoh : anggap ajat seseorang bernama Bp. Ricky memiliki berkat kelimpahan dan dengan tulus hati Pak Ricky ingin mendermakan sebagian berkat yang di terima. Lalu  pak ricky berdoa untuk diberikan kemana berkat ini. Saat itu dia bertemu dua orang lain, yang seorang demikian lusuh, miskin dan papah seperti orang yang banyak masalah, lalu yang seorang lagi begitu periang dan gagah. Dalam sekejap saja pak ricky langsung tahu bahwa dia akan memberikan kepada orang yang kelihatan menderita. Yang jadi pertanyaan, apakah itu yang di kehendaki TUhan? Seandainya pak Ricky memiliki kepekaan akan suara Roh Kudus tentu dia akan mendengar suara Tuhan bahwa untuk memberikan berkatnya kepada orang yang tampak riang dan gagah. Mengapa demikian, karena Tuhan bermaksud menolong orang yang riang tersebut untuk membangun sebuah gereja di desa dan dibutuhkan cukup banyak dana. Walaupun penampilannya tampak riang itu karena dia anak Tuhan sehingga tidak menampakkan wajah sedih karena Tuhan memberikan suka cita padanya.
Itulah perbedaan  orang Kristen dan yang lainnya. Karena orang Kristen mengandalkan Tuhan

 

dan bangsa Israel menggunakan alasan kalau anak2nya Samuel tidak hidup kudus. namun sebenarnya bukan itu alasan utama bangsa Israel menolak system kehakiman tetapi karena ingin menolak system pemerintahan Allah (I Sam 8:7)

 

Bagaimana untuk mengerti kehendak Tuhan

  • Menjadikan Tuhan menjadi Raja atas hidup kita

    Ayat 7b mengatakan “… tetapi Akulah yang mereka tolak supaya jangan Aku yang menjadi Raja atas mereka

    Selama manusia menuruti kehendak hatinya maka diri kita yang menjadi raja dalam hidup kita. Dan selama kita hanya melakukan kebenaran Firman Tuhan maka itu membuat Yesus yang bertahtah dalam hidup kita. Hanya memang untuk melakukan itu harus ada harga yang dibayar. Kita bisa di musuhi teman2, di diskriminasikan,  diremehkan, di lecehkan, di fitnah dll. Untuk melakukan kehendak Tuhan seseorang dapat mengundurkan diri dari pekerjaannya saat dia mengetahui bahwa tempat dimana dia bekerja merupakan tempat kebohongan2. Seperti menjual produk yang menurut iklan merupakan produk kesehatan namun kenyataannya produk tersebut memiliki tambahan unsur kimia yang dapat menyebabkan kanker.  Atau pekerjaan2 yang menghalalkan segala cara yang penting untung. Seorang anak Tuhan tidak akan betah kerja di tempat yang seperti itu. Melakukan kehendak Tuhan memang harus ada harga yang harus di bayar

  • Menyingkirkan Berhala dalam kehidupan kita

    Ayat 8 mengatakan “tepat seperti yang dilakukan mereka kepada-Ku sejak hari Aku menuntun mereka keluar dari Mesir sampai hari ini, yakni meninggalkan Daku dan beribadah kepada allah lain, demikianlah juga dilakukan mereka kepadamu”.

    Pada saat Tuhan mengeluarkan bangsa Israel keluar dari Mesir ada satu hal yang masih terbawa oleh bangsa Israel yakni kebiasaan menyembah berhala di mesir tidak ikut disingkirkan. Tubuhnya sudah keluar dari mesir, harta benda nya sudah keluar dari mesir, tapi kebiasaan buruknya belum disingkirkan.

    Setelah bertobat menerima Tuhan dan lahir baru, kehidupannya berubah tapi  kebiasaan lamanya belum di tinggalkan seperti : irihati, pemarah, sombong, dll.  Bahkan dirinya sendiri tidak pernah menyadari kalau drinya adalah seorang yang congkak, suka memerintah, malas dll. Seandainya ditegur selalu di bantah “ dari dulunya saya memang seperti ini, jadi cobalah mengerti saya…” nah orang seperti ini repot. Kebiiasaan lamanya belum bertobat.

    Apakah jaman modern ini kita menganggap bahwa kita tidak menyembah berhala? Jika kita menganggap hobby kita lebih utama dari Tuhan maka kita memberhalakan hobby. Saya pernah liat seorang yang begitu hobby dengan perkutut sehingga memaksakan diri untuk melihat lomba perkutut di hari minggu dari pada ke gereja. Seseorang lebih memperhatikan dan merawat mobilnya begitu luar biasa meskipun mengeluarkan biaya yang tidak sedikit namun pada saat isterinya minta tambahan uang belanja langsung naik pitam. Bahkan saya ada kenal orang yang takut Tuhan namun sulit meninggalkan hobbynya yang begitu sangat perhatian dengan tanaman bonsai.  Ada yang hobby nonton, telenovela, computer, dll

  • Mendengar suara Tuhan

    Ayat 19a tertulis  “Tetapi bangsa itu menolak mendengarkan perkataan Samuel dan mereka berkata: “Tidak, harus ada raja atas kami;

    Mendengar suara Tuhan bukanlah harus berarti kita mendengar secara audio bagaikan suara mengguntur. Mendengar suara hamba Tuhan juga merupakan bagian mendengar suara Tuhan. Mendengar khotbah juga mendengar suara Tuhan. Mambaca Firman Tuhan dan menjadi rhema dalam kehidupan juga merupakan bagian dalam mendengar suara Tuhan. Yang menjadi permasalahannya bukan hanya sampai di “mendengarkan” tapi harus juga “dilakukan” itulah namanya “ketaatan” . bangsa Israel menolak suara Tuhan melalui hambanya Samuel. Tidak ada artinya mendengar suara Tuhan jika tidak ada ketaatan di dalamnya. Maka setiap kita menjadi pelaku firman itu yang membuat kita mendengar suara Tuhan. Adam dan Hawa mendengar suara Tuhan tapi tidak ada ketaatan. Mari mulai sekarang kita belajar untuk taat. Yang membedakan seorang yang dewasa rohani dan yang tidak dapat di lihat dari ketaatannya. Semakin kita taat maka semakin kita memakan makanan rohani yang lebih keras. Tetapi yang tidak taat hanya makan bubur dan susu sekalipun secara umur sudah tua.  Karena semakin kita taat menjadikan kita semakin dewasa rohani. Pada tingkatan kedewasaan rohani maka kita dapat mendengarkan suara roh kudus yang langsung berbicara kepada kita. Itu sangat indah.

Tuhan dapat memperbaiki setiap keputusan manusia yang salah. Manusia adalah ciptaan Tuhan namun Tuhan menciptakan manusia dengan kehendak bebas karena Tuhan tidak mau memaksa manusia seperti robot. Cuman kehendak bebas yang di berikan Tuhan sering di salah gunakan sehingga manusia menjerumuskan dirinya sendiri ke dalam jurang maut. Namun selama manusia mau bertobat maka selalu Tuhan memberikan jalan keluar dan memperbaikinya.Meskipun pilihan bangsa Israel adalah menginginkan Raja, dan Tuhan pun sudah memperingatkan buruknya akibat system kerajaan namun tetap Tuhan mau terlibat dengan manusia selama manusia mau menyadari kesalahan dan mau di ubahkan. Kuncinya adalah ketaatan. Ada ilustrasi tentang seorang ayah yang memerintahkan kepada anaknya yang paling tua tapi anaknya mengatakan “iya” tetapi tidak melakukan. Kemudian sang ayah memerintahkan kepada anaknya yang kedua dan anaknya mengatakan “tidak” tetapi tetap melakukan perintah ayahnya. Yang Tuhan inginkan bukan hanya mendengarkan tapi juga taat.

Tuhan memberkati

Ricky Fredian

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply