PEMULIHAN ; Samuel 3:1-14

Cerita ini tentang Samuel muda yang menjadi pelayan di rumah TUHAN, istilah modern nya sebagai  koster gereja. Didalam ayat 1 di jelaskan bahwasanya penglihatan2 itu jarang terjadi, maksudnya ialah semenjak akhir dari jaman hakim-hakim penglihatan sudah jarang terjadi sedangkan sebelumnya sering terjadi penglihatan2. Penglihatan tersebut menandakan Tuhan masih berada di tengah umatNya yang setia tetapi semenjak manusia kembali jatuh dalam dosa maka Tuhan undur dari umatNya bahkan Tuhan sudah tidak berada di tabut perjanjian dan bait Allah karena dosa anak2 imam Eli

Ketika kurangnya umat Tuhan yang setia, ketika dosa semakin membara ditengah umatNya, maka mujizat Allahpun menjadi  langka, pada saat itulah Tuhan ingin memulihkan umatNya. Tuhan rindu umatNya di pulihkan.

Terkadang seseorang pun bisa mengalami dimana mujizat tidak pernah terjadi di tengah keluarganya. didalam kehidupannya hanya ada perselisihan dan tidak ada kedamaian. Mujizat secara universal itu di berikan kepada semua orang seperti cahaya matahari, hujan, udara/oxigen, dll. Namun kadang yang di butuhkan lebih spesifik dari itu  mujizat dalam pekerjaan, mujizat dalam keluarga, mujizat jalan keluar dari semua permasalahan. apakah itu sudah jarang terjadi dalam kehidupan kita atau bahkan tidak pernah terjadi. seseorang pernah berkata demikian “Aku  yakin dan percaya bahwa Tuhan sanggup menolong semua permasalahan saya… tetapi… apakah Tuhan mau menolong saya?”  mengapa ada keraguan akan mujizat Tuhan dalam kehidupan kita, pasti ada something wrong, ada sesuatu yang harus di bereskan, harus ada pemulihan. Mari kita belajar pemulihan yang terjadi bagi umat Israel.

Ada 3 hal yang di lakukan Tuhan dalam memulihkan umatNya

1.        Tuhan mengunakan yang muda sebagai alat pemulihannya

Sungguh ironis sekali cara Tuhan memulihkan umatnya. Tuhan tidak menggunakan seorang Imam besar seperti Imam Eli yang sudah berpuluh tahun dalam hidupnya melayani Tuhan, yang memiliki pengetahuan luas  akan firman Tuhan.  Yang sebagian besar hidupnya ada di bait Allah. Tetapi justru Tuhan memakai seorang remaja sederhana seperti Samuel yang masih belum mengerti Firman Tuhan, yang pekerjaannya adalah seorang pelayan di bait Allah, yang masih belum mengerti tentang penglihatan dan suara Tuhan.

Firman Tuhan katakan  di joel 2 : 28 “2:28  “Kemudian dari pada itu akan terjadi, bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia, maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat; orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi, teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan. “

Cara Tuhan untuk menjadikan seseorang menjadi umatNya bukanlah dengan kriteria2 yang sperti kita pikirkan; bukan berarti harus seperti pendeta, bukan berarti harus menghafal seluruh ayat2 alkitab, bukan berarti harus dewasa, bukan berarti harus cakap berbicara. Tetapi Tuhan memilih umatNya melihat hati seseorang bukan pada skill atau keahlian seseorang. Anda dan saya pun dapat di pakai menjadi alat Tuhan untuk memulihkan keluarga, untuk memulihkan gereja, untuk memulihkan kota, untuk memulihkan negara dan untuk memulihkan dunia. Pemulihan untuk bangsa Israel dimulai dari seorang pribadi Samuel yang sederhana .

Mengapa Tuhan menggunakan Samuel yang masih muda, mengapa Tuhan menggunakan Saul pada saat masih polos dan muda sewaktu menjadi Raja, mengapa Tuhan memakai Daud sewaktu masih mudah dan kemerahan. bukan karena mereka semua masih muda tetapi karena kepolosan hati mereka terhadap Tuhan yang belum terkontaminasi dengan kejahatan dosa manusia. Dibutuhkan hati yang murni seperti seorang anak kecil untuk dapat berkomunikasi dengan Tuhan. mulailah hidup kudus, tanggalkan dosa dan menjadi seperti seorang anak kecil yang mebutuhkan pertolongan Tuhan. pemulihan tidak terjadi jika tidak memiliki hati seperti Samuel. Mujizat tidak terjadi jika yang ada hanya keangkuhan dan kesombongan. dibutuhkan kerendahan hati yang taat akan perintah Tuhan untuk memulai pemulihan dalam kehidupan.

 

2.       Saat Tuhan berkarya banyak orang yang tidak menyukainya

Ayat 11 menyatakan ; “ Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: “Ketahuilah, Aku akan melakukan sesuatu di Israel, sehingga setiap orang yang mendengarnya, akan bising kedua telinganya.”

Sewaktu Tuhan menyatakan hal tersebut di atas, saya percaya bahwa Samuel masih belum mengerti pernyataan itu sepenuhnya namun dia  menyimpan pernyataan Tuhan itu dalam-dalam sehingga pernyataan itu dapat kita baca sampai pada hari ini. Tuhan menyatakan akan melakukan sesuatu yang membuat orang bising telinganya atau panas telinganya atau tidak menyukai nya.

Sewaktu saya masih kecil kalau saya sakit, orang tua saya selalu memberikan wejangan “kalau sakit harus makan banyak supaya cepat sembuh” namanya orang sakit mana mungkin mempunyai napsu makan. Setiap saya sakit selalu orang tua saya mengatakan hal yang sama  itu sehingga sampai jengkel mendengarnya. Setelah mulai remaja ketika orang tua saya mau mengatakan “kalau sakit ha…. “ belum selesai kalimatnya, saya sudah langsung potong “iyaaa….iyaaaa…. tauuu… harus makan banyak supaya cepat sembuhhh…” dengan rasa jengkel mendengarnya.  Walaupun saya kesal tetap saja saya selalu memaksa mulut saya untuk menerima suap demi suap. Dan belakangan baru saya mengerti bahwa yang dikatakannya memang sangat baik dan membuat sembuh lebih cepat karena ada tenaga dan daya tahan tubuh untuk melawan bakteri penyebab sakit. Akhirnya saya pun melakukan hal yang sama kepada anak2 saya sekalipun  telinga mereka bosan mendengarnya.

Setiap suara kebenaran yang di sampaikan belum tentu banyak orang mau menerimanya bahkan mungkin membuat mereka panas kuping. Mereka lebih suka mendengar gossip atau cerita sinetron dari pada suara kebenaran. Suara Tuhan harus di kumandangkan sekalipun banyak orang yang kesal bahkan menolak karena suatu saat mereka yang menolak akan menyadari kebenaran suara Tuhan. Saat itulah Tuhan mencurahkan Roh Pemulihan.

Mulailah menyatakan kebenaran Firman Tuhan kepada semua orang meskipun mereka suka atau tidak. Mulailah bersikap dan berlaku sebagai anak Tuhan meskipun dimusihi, diintimidasi dan diremehkan karena sampai suatu saat kemuliaan Tuhan di nyatakan maka semua mulut akan mengaku bahwa Yesus adalah Tuhan.

 

3.       Pemulihan di mulai dari dalam bukan dari luar

Ayat  12 ; “ Pada waktu itu Aku akan menepati kepada Eli segala yang telah Kufirmankan tentang keluarganya, dari mula sampai akhir. Sebab telah Kuberitahukan kepadanya, bahwa Aku akan menghukum keluarganya untuk selamanya karena dosa yang telah diketahuinya, yakni bahwa anak-anaknya telah menghujat Allah, tetapi ia tidak memarahi mereka!

Pemulihan terjadi bukan dari orang lain atau dari orang sekitar kita tapi justru di mulai dari dalam keluarga dan bait. Tuhan lebih memfokuskan Imam Eli dan keluarganya, pemimpin bait Allah, terlebih dahulu dipulihkan. Bagaimana mungkin gereja dapat memberkati orang lain jika di dalam gereja pun belum di pulihkan.bagaimana mungkin gereja di pulihkan jika keluarga pelayan Tuhan belum di pulihkan. Dimulai dari keluarga pemimpin gereja terlebih dahulu di pulihkan lalu kepada semua pengerja nya di pulihkan lalu jemaatpun akan di pulihkan.

Pemulihan harus terjadi dari diri sendiri terlebih dahulu untuk dapat memulihkan keluarga dan akan memulihkan jemaat dalam gereja gereja dan gereja yang di pulihkan akan memulihkan lingkungannya dan lingkungan yang di pulihkan akan memulihkan kotanya dan kota yang di pulihkan akan memulihkan bangsa negaranya dan Negara yang di pulihkan akan memulihkan dunia. Imam Eli tidak mau menegakan kebenaran dalam keluarga, tidak mau menegur atas perbuatan dosa anak2nya sehingga imam Eli dan keluarganyapun menjadi berdosa sekalipun Eli adalah seorang imam, seorang yang hidupnya melayani, seorang yang mengerti Firman. Akibat keluarga eli yang belum di pulihkan memberikan dampak besar kehancuran  kepada bangsa Israel.

Jika ada pelayan Tuhan, anggap saja jika seorang pemusik hidupnya tidak kudus, maka  pujian yang di kumandangpun tidak menjadi kudus. Secangkir susu tidak bisa di anggap susu dan rasanya tetap susu jika sudah di masukan kopi sedikit, pujian sembah tidak dapat di katakan kudus jika ada bagian kecil didalam yang masih belum kudus. Jika kekudusan tidak ada maka hadirat Tuhan pun tidakada dalam gereja. Anak2 Eli melakukan yang tidak kudus sehingga Tuhan tidak hadir di bait Allah, sehingga mujizat, penglihatan dan nubuatan jarang terjadi dalam bait Allah. Dan pemulihanpun tidak terjadi.

 

 

Mari kita hidup dalam pemulihan dan karya Tuhan. Dimulai dari diri kita. Tua/muda, miskin/kaya,  cakap/tidakpandai bicara, ganteng/biasa2saja, sehat/cacat, siapapun orangnya jika rindu dipulihkan maka Tuhan akan mengubah orang yang tidak berdaya menjadi luarbiasa dan di pakai menjadi alat Tuhan. Maka akan muncul Samuel Samuel baru. Tuhan memberkati

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply